Keprihatinan Atas Hukuman Pancung

LMP (Jakarta) - Laskar Merah Puith tidak akan ikut-ikutan berunjuk rasa dijalanan dalam memperjuangakan hak-hak para Tenaga Kerja Wanita (TKW) korban penindasan para majikan yang kejam dan semena-mena di luar negeri. Termasuk memprotes atas pelaksanaan hukuman pancung terhadap TKW Ruyati. Berdemonstrasi selain dianggap tidak produktif, juga bisa menganggu kepentingan umum.

Organisasi Kemasyarakatan (ormas) ini akan menyampaikan keprihatinan sekaligus tuntunan kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan permasalahan kemanusiaan ini. "Jadi perjuangan LMP akan menempuh cara-cara yang lebih simpatik dan prosedural. Misalnya mengirim nota keprihatinan atas kasus-kasus TKW kita ke DPR, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)".

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, Neneng A Tuty, SH menyampaikan hal tersebut dalam percakapan dengan Objective News di Jakarta pekan lalu. Keprihatinan atas nasib malang para TKW menjadi salah satu program kerja ormas yang baru dipimpinnya, mengingat masalah ini seakan tidak pernah luput menimpa para "pahlawan devisa" kita. LMP juga akan melakukan program kongret misalnya memberi bantuan langsung kepada keluarga para TKW korban penganiayaan dan penindasan. " Dengan cara-cara seperti ini, saya yakin selain dapat membantu, sekaligus dapat memperlihatkan simpati yang dialami para TKW kita, "ujarnya.

Perempuan pengusaha ini terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) Laskar Merah Putih yang berlangsung di Wisma Maluku, Jakarta bulan April lalu. Namun Proses pemilihan umum sekaligus pimpinan formatur dalam Mubes, diyakini sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. " Saya terus terang tidak memikirkan komplain dari mereka yang tidak puas atas keterpilihan saya sebagai ketua umum."

Dihadiri Tokoh

Kehadiran sejumlah tokoh pada acara pelantikan kepengurusan DPP LMP masa bhakti 2011-2016 dengan ketua Dewan Pembina Hutomo Mandala Putra ( Tommy Suharto) dianggap memberi cukup kuat legimitimasi atas kepemimpinannya. Beberapa diantar yang hadir pada kesempatan itu adalah Staf Konsulat Kedutaan Besar Maroko, Moustafa Nakhloui, staf Kedubes United Kingdom Siva Bremakumar, dan Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke,S.Pd,M.Sc,MA. Juga tampak Panglima LMP Yusad Regar, Wakil Ketua Dewan Pembina Letjen TNI (Purn) Suadi Marasabesy dan artis Jane Shalimar yang juga humas LMP.

Sementara ditempat terpisah Ketua Dewan Penasehat Laskar Merah Putih Kalimantan Barat, Uray Edi Mulia mengharapkan Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina bisa hadir melantik Drs. Sunaryo dan Drs. Karman MSi, MH selaku ketua dan wakil ketua DPD LMP Kalbar yang baru untuk periode sampai lima tahun mendatang.

 

Sumber: Objective News. no.001,THN.1,1 Juli 2011

By: Popi Rahim