LMP (Jakarta) - Acara Musyawarah Besar Luar Biasa ( Mubeslub) LSM Laskar Merah Putih yang berlangsung di Bekasi sejak kemarin, Minggu (1/4/2012) sampai hari ini, nanti menuai kontroversi.
Pasalnya, acara tersebut tak mendapatkan restu bahkan persetujuan, Neneng A Tuty selaku Ketua Umum terpilih secara Mubes I (Musyawarah Besar ) pada tahun lalu.
“Saya tidak tahu ada Mubeslub itu. Saya tidak pernah menyetujui acara tersebut,” kata Neneng yang juga Sekretaris Jenderal Partai Nasional Republik saat mau berangkat melaksanakan ibadah umroh ke Mekkah ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (25/3/2012).
Lebih lanjut, Neneng mengatakan Mubeslub tersebut jelas-jelas tak berdasar. Bahkan, menurutnya telah melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) pasal 4o Laskar Merah Putih.
Untuk diketahui, dalam PO pasal 40 “Musyawarah dan Rapat-rapat” Laskar Merah Putih, saat terpilihnya Neneng A Tuty sebagai ketum secara MUBES I (Musyawarah Besar) berarti sah. Ini merupakan organ yang memegang kekuasaan tertinggi sebagai implementasi dan atas kedaulatan anggota dengan landasan musyawarah untuk mufakat.
Ketum Laskar Merah Putih ini, menghimbau agar seluruh pengurus beserta anggota Laskar Merah Putih Markas Besar (Mabes), Markas Daerah (Mada), Markas Cabang (Macab), Markas Anak cabang (MAC), Markas ranting (Maran) se- Indonesia tetap bergadengan tangan dan jangan cepat terpengaruh terhadap kesatuan dan keutuhan Laskar Merah Putih.
“Tetaplah berkibar dan dapat mengarumkan namanya tidak hanya di dalam negeri saja, tetapi sampai ke mancanegara juga sesuai dengan nilai-nilai luhur yang telah diajarkan oleh para pendiri bangsa ini,” ujar Neneng yang juga orang terdekatnya Tommy Suharto ini. Demikian surat himbauan Neneng A Tuty yang dikutip disitus resmi Laskar Merah Putih.
Kutipan Surat yang lansung dari statement Neneng juga berbunyi, Saya mengingatkan, sesuai visi dari Laskar Merah Putih yakni, kita memperjuangkan dan mempertahankan NKRI dari upaya tersisitematis menuju masyarakat madani, mandiri, terbuka, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), mengedepankan watak dan moral dan beradab, memiliki etos kerja dan semangat serta disiplin yang tinggi dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika, sebagai perekat dari Sabang sampai Merauke sebagai bangsa Indonesia yang siap secara mental, dan spritual untuk memberikan dharma bhaktinya bagi bangsa dan negara sebagai alat ” sosial kontrol “dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Maka dari itu, para anggota Laskar Merah Putih, berdasarkan salah satu misi laskar Merah Putih juga yaitu, mengembangkan kreativitas dan kualitas SDM dikalangan pemuda dan generasi muda sebagai anak bangsa yang berprilaku luhur dan bangga sebagai bangsa Indonesia. Serta, menggalang persatuan dan kesatuan komponen anak bangsa dalam komitmen kebangsaan sebagai WNI yang bertanggung jawab terhadap nasionalisme dan patriotisme demi keuntuhan NKRI yang merupakan harga mati bagi seluruh Laskar Merah Putih.
Pelantikan dan pengukuhan Neneng A Tuty yang dipilih secara sah menjadi ketua umum Laskar Merah Putih periode 2011-2016 tertanggal 15 April 2011 di wisma Maluku dan dihadiri oleh pengurus dan tim Formatur Laskar Merah Putih se-Indonesia, jelas-jelas berdasarkan Musyawarah Besar (Mubes) yang sesuai dengan PO Pasal 42 ” Pembentukan dan Pembekuan Badan Pengurus”, yang isinya antara lain, Ketua Umum merupakan pimpinan tertinggi berkedudukan di ibukota Jakarta yang dipilih dalam musyawarah anggota melalui Musyawarah Besar (Mubes).
Pembekuan kepemimpinannya yang tidak sah, dan merebaknya kabar bahwa Kepemimpinan Neneng A Tuty telah dibekukan karena ada dualisme kepemimpinan, jelas-jelas ini tidak benar dan tidak berdasarkan AD/ART Laskar Merah Putih.
Dari 3 orang sumber anggota laskar Merah Putih yang tak mau disebutkan namanya, kepada penulis kemarin mengatakan, kami dibikin bingung, termasuk aneh, setahu kami ketum Laskar Merah Putih masih dipegang oleh Neneng A Tuty.
Sementara itu, kami juga mendengar bu Neneng akan hadir, tapi nyata nya beliau ada di Mekkah sedang umroh, tambah sumber lagi.
Sumber: kompasiana, Penulis : Popi Rahim




